Setiap manusia punya visi dan misi dalam hidupnya. Visi dan Misi membutuhkan tonggak untuk dapat berdiri tengak menghaapi segala tantangan yang ada. Tonggak tersebut dinamakan "PRINSIP". Hidup itu seperti roda yang berputar, begitu juga dengan kekuatan dalam mempertahankan prinsip. Prinsip dalam hidup yang telah lama kita pegang, dapat juga tergoyah dengan mudah karena rayuan dunia.
Q, hidupku dan prinsip q...
Q punya prinsip dalam hidup mulai sejak q melangkahkan kaki meninggalkan kota kelahiran q. Suatu prinsip yang sederhana tetapi sulit q wujudkan. Awal perjalanan q memulai kehidupan yang baru, godaan pun cepat sekali datang menghampiri. Q terlalu lemah untuk godaan itu. Q terlalu takluk akan itu. Q belum bisa "KAFFAH" untuk tetap berpegang pada prinsip hidup q. Hingga akhirnya q merasakan akibat dari pelanggaran terhadap prinsip q.
Prinsip q luntur, q kehilangan kepercayaan diri terhadap diri sendiri, karena q tak bisa konsisten dengan diri sendiri. Q orang yang munafik!!!!!!!!!!! Q orang yang hanya bisa ber"koar-koar" saja, tanpa ada hasilnya. Q adalah orang yang paling naif sedunia..... Kejadian itu terulang kembali, q tak bisa mempertahankan prinsip q kembali, q terlalu lemah.. Maaf, q kembali mengulanginya lagi... Maaf...
Rabu, 28 April 2010
Bukan Hanya Dirimu, Aku Juga...
Teman,,,,,,,,
Ungkapan yang terlalu indah untuk seseorang. Tapi makna d balik itu semua musnah dengan kemunafikan... Teman, q rasa apa yang kau rasa. Kemunafikan yang menyelubungi pertemanan. Mereka bisa berkata tidak di depan kita, tapi di belakang kita, mereka berkata lain. Sungguh kemunafikan telah merajai. Q juga pernah melakukan itu, tapi q pikir tak sesering itu. Apa karena q menilai diri q sendiri ya??? Mungkin juga pandangan orang lain berbeda dengan penilaian q terhadap diri q sendiri. Q baru sadar, ternyata orang yang mengalami hal itu sangat tidak meng-enakkan.
Saat kita berkumpul bersama, mereka anggap tak ada apa-apa. Tapi saat kau tak ada di antara kita, obrolan yang menjadi topik utama tak lain dan tak jauh berhubungan dengan mu. Mereka ungkap semua kejelekan mu, tanpa memberi kesempatan kepadamu untuk mendengar versi pembelaan dari dirimu. Teman,itu juga yang kurasakan sekarang. Ternyata, memang benar, jangan melihat orang hanya dari cover nya saja, jika lebih mengenal karakternya, jauh bisa menilai mereka.
Munafik...
Q termasuk...
Maaf teman, sepertinya q terkena karma karena ikut andil di dalamnya. Q merasakannya sekarang. Ternyata mereka jahat betul ya... Atau q sangat jahat????
Teman, q ingin bercerita dengan mu... Saat mereka berselisih paham, dia tanya ke q mengenai ini itu tentang dia, q dengan polosnya mengirim hasil chattingan q kepada dia, dengan jaminan dia sudah berjanji nggak akan bilang sama yang q ajak chatting. Q bingung sekarang, haruskah q percaya dengan nya lagi, sedangkan dia di belakang q membicarakan q dengan personil mereka yyang lainnya???? Hilang sudah kepercayaan q dengan semua orang, q lebih nggak percaya lagi. Q benci.... Q nggak percaya lagi ma orang... Teman, q rasakan apa yang kau rasakan. Mereka bermuka dua... BERMUKA DUA. Harus bagaimana q menghadapi mereka????
Teman, jangan sedih, q bersama mu walau hanya dalam do'a, semoga kau tabah...
Maaf kan q yang telah ikut di dalam provokasi mereka...
Maaf ya teman...
Semoga kau dapat memaafkan q...
Langganan:
Postingan (Atom)