Teman,,,,,,,,
Ungkapan yang terlalu indah untuk seseorang. Tapi makna d balik itu semua musnah dengan kemunafikan... Teman, q rasa apa yang kau rasa. Kemunafikan yang menyelubungi pertemanan. Mereka bisa berkata tidak di depan kita, tapi di belakang kita, mereka berkata lain. Sungguh kemunafikan telah merajai. Q juga pernah melakukan itu, tapi q pikir tak sesering itu. Apa karena q menilai diri q sendiri ya??? Mungkin juga pandangan orang lain berbeda dengan penilaian q terhadap diri q sendiri. Q baru sadar, ternyata orang yang mengalami hal itu sangat tidak meng-enakkan.
Saat kita berkumpul bersama, mereka anggap tak ada apa-apa. Tapi saat kau tak ada di antara kita, obrolan yang menjadi topik utama tak lain dan tak jauh berhubungan dengan mu. Mereka ungkap semua kejelekan mu, tanpa memberi kesempatan kepadamu untuk mendengar versi pembelaan dari dirimu. Teman,itu juga yang kurasakan sekarang. Ternyata, memang benar, jangan melihat orang hanya dari cover nya saja, jika lebih mengenal karakternya, jauh bisa menilai mereka.
Munafik...
Q termasuk...
Maaf teman, sepertinya q terkena karma karena ikut andil di dalamnya. Q merasakannya sekarang. Ternyata mereka jahat betul ya... Atau q sangat jahat????
Teman, q ingin bercerita dengan mu... Saat mereka berselisih paham, dia tanya ke q mengenai ini itu tentang dia, q dengan polosnya mengirim hasil chattingan q kepada dia, dengan jaminan dia sudah berjanji nggak akan bilang sama yang q ajak chatting. Q bingung sekarang, haruskah q percaya dengan nya lagi, sedangkan dia di belakang q membicarakan q dengan personil mereka yyang lainnya???? Hilang sudah kepercayaan q dengan semua orang, q lebih nggak percaya lagi. Q benci.... Q nggak percaya lagi ma orang... Teman, q rasakan apa yang kau rasakan. Mereka bermuka dua... BERMUKA DUA. Harus bagaimana q menghadapi mereka????
Teman, jangan sedih, q bersama mu walau hanya dalam do'a, semoga kau tabah...
Maaf kan q yang telah ikut di dalam provokasi mereka...
Maaf ya teman...
Semoga kau dapat memaafkan q...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar